http://dokumen.tips/documents/kopebi.html
NAMA : EKA ERISTYA PUTRI
KELAS : 3EA03
NPM :
13214421
TUGAS : SOFTSKILL EKONOMI KOPERASI #
KOPEBI
KOPERASI PEGAWAI BANK INDONESIA
KOPERASI PEGAWAI BANK INDONESIA
Ø KONSEP KOPERASI
Ada beberapa konsep keperasi, konsep
koperasi terdiri dari 3 konsep yaitu:
·
Konsep
koperasi barat
·
Konsep
koperasi sosialis
·
Konsep
koperasi Negara berkembang
Konsep koperasi Negara barat
Konsep
koperasi Negara barat adalah konsep yang menjelaskan bahwa koperasi adalah
organisasi atau kelompok swasta yang didirikan atau dibentuk oleh orang-orang
dengan sukarela yang mempunyai tujuan dan latar belakang yang sama untuk
mensejahterakan dan menciptakan keuntungan bagi anggota-anggotanya maupun
perusahaan koperasi. Disini keinginan individu dapat dipuaskan dengan saling
bekerjasama antar anggotanya, dengan saling membantu dan saling menguntungkan.
Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan
keuntungan dan menanggung resiko bersama. Hasil dari kerjasama tersebut berupa
surplus akan dibagikan secara merata kepada setiap anggotanya dengan
menggunakan metode yang telah disepakati sebelumnya. Hasil keuntungan yang
belum didistribusikan kepada anggotanya akan dimasukan sebagai cadangan
koperasi.
Konsep koperasi sosialis
Konsep
koperasi sosialis adalah konsep yang menjelaskan bahwa koperasi direncanakan
dan dikendalikan oleh pemerintah serta dibentuk dengan tujuan merasionalkan
produksi, untuk menunjang perencanaan nasional. Dan menurut konsep ini koperasi
tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan subsistem dari sistemsosialisme untuk
mencapai tujuan-tujuan sistemsosialis-komunis.
Konsep koperasi Negara berkembang
Konsep
koperasi Negara berkembang adalah konsep yagn menjelaskan bahwa koperasi sudah
berkembang dari ciri tersendiri, yaitu campur tangan pemerintah dalam pembinaan
dan pengembangannya. Berbeda dengan konsep koperasi sosialis, pada konsep
koperasi sosisalis disana tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi
dari sifat kepemiikan pribadi menjadi kepemilikan kolektif, sedangkan konsep
koperasi Negara berkembang tujuannya adalah meningkatakan kondisi sosial
ekonomi .
Ø
LATAR
BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI
Ada beberapa aliran koperasi,
diantanya yaitu:
·
Aliran
Yardstick
·
Aliran
Sosialis
·
Aliran
Persemakmuran (Commonwealth).
Berikut adalah penjelasan dari
aliran-aliran tersebut.
Aliran Yardstick
Aliran
Yardstick dijumpai pada Negara-negara yang berideologi kapitalis. Atau yang
menganut perekonomian liberal. Disini koperasi dapat dijadikan kekuatan untuk
mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi. Pemerintah tidak melakukan
campur tangan terhadap jatuhbangunnya koperasi ditengah-tengah masyarakat.
Jatuhbangunnya dan maju atau tidaknya sebuah koperasi terletak pada tangan
anggota koperasi itu sendiri. Dan pengaruh aliran ini sangat kuat pada
Negara-ngara barat, terutama pada Negara AS, Prancis, Swedia, Denmark, Jerman,
Belanda dimana kegiatan industri berkembang dengan pesat.
Aliran Sosialis
Dalam
aliran sosialis ini koperasi dianggap sebagai alat yang paling efektif untuk
mencapai kesejahteraan masyarakat. Disamping itu juga koperasi juga dianggap
alat yang paling efektif untuk menyatukan masyarakat. Pengaruh aliran ini
banyak dijumpai di Negara Eropa Timur dan Rusia.
Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
Dalam
aliran Persemakmuran (Comonwealth) ini koperasi sebagai alat yang efisien dan
efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. Koperasi sebagai wadah
ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peran utama dalam struktur
perekonomian masyarakat. Hubungan pemerintah dengan koperasi bersifat
“kemitraan” (partnership), dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya
agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.
Ø SEJARAH KOPERASI BANK
INDONESIA (KOPEBI)
Nama
: Koperasi Pegawai Bank Indonesia (KOPEBI) cabang Bandung.
Alamat
: Jl Braga No 108 Bandung.
Daerah
Kerja : Kantor Bank Indonesia Cabang Bandung.
Koperasi Pegawai
Bank Indonesia Cabang Bandung
didirikan sejak tanggal 2 Januari 1985. Pada awalnya, unit usaha
dari koperasi ini adalah hanya pada kegiatan simpan pinjam. Selama
bertahun-tahun kegiatan koperasi ini hanya berkonsentrasi
pada usaha simpan pinjam
bagi karyawan Bank IndonesiaBandung.
Perubahan pada koperasi ini mulai
dirasakan setelah tahun 2000, hal ini dikarenakan masuknya beberapa anggota
baru yang pada saat itu menyumbangkan beberapa ide untuk kemajuan koperasi.
Sejak tahun 2001, kegiatan usaha diKOPEBI bertambah dengan adanya pendirian
mini market di Bank Indonesia Bandung sebagai unit usaha baru. Pendirian mini
market ini selain bertujuanuntuk mempermudah karyawan Bank Indonesia Bandung
dalam mendapatkan kebutuhan hariannya juga sekaligus sebagai sarana untuk lebih
meningkatkan pendapatan koperasi yang
pada akhirnya bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Pada awal
berdirinya, keanggotaan KOPEBI
dibatasi hanya pada karyawan Bank Indonesia Bandung
saja. Kemudian pada tahun 2000, bersamaan dengan masuknya gagasan
pengembangan kegiatan usaha koperasi, diusulkan juga untuk menambah
cakupan keanggotaan tidak hanya pada karyawan Bank Indonesia Bandung saja, akan
tetapi juga pada karyawan outsourcing di Bank Indonesia Bandung. Pada awalnya
pihak Bank Indonesia tidak menyetujui usulan tersebut, kemudian setelah
diadakan perundingan yang juga melibatkan Dinas Koperasi Kota Bandung, maka
usulan tersebut akhirnya disetujui oleh pihak Bank Indonesia
Bandung dengan ketentuan bahwa
para pegawai outsourcing diperbolehkan menjadi anggota
luar biasa, dengan kata lain, keanggotaan mereka dalam KOPEBI hanya terbatas
sebagai anggota saja dan tidak terlibat sebagai pengurus koperasi. Saat ini
keanggotaan KOPEBI telah diikuti oleh karyawan outsourcing di Bank Indonesia
Bandung, beberapa diantaranya adalah:
·
Bikasoga (kelistrikan)
·
Bina Karya Swadaya (kebersihan dan perawatan)
·
Rejaya
Rekayasa (IT Supplier dan Building Supervisor)
Hingga saat ini, kegiatan KOPEBI telah
mengalami banyak perkembangantermasuk dari
variasi kegiatan usaha yang
dilakukan, dimana untuk lebih lanjutnya
akan dibahas pada bagian selanjutnya mengenai kegiatan pemasaran KOPEBI.
KEGIATAN
PEMASARAN KOPEBI
PRODUK
Secara
umum, unit usaha KOPEBI adalah simpan pinjam dan mini market (toserba).
Simpan Pinjam
Simpan pinjam adalah unit usaha terlama
dan yang paling menguntungkan dari KOPEBI,
karena banyaknya peminat. Pada
awalnya, pinjaman yang diberikan oleh KOPEBI hanya
berjumlah maksimal Rp 5.000.000,- Akan tetapi seiring berjalannya waktu,
permohonan peminjaman dari para anggota semakin meningkat dengan jumlah nominal
yang semakin beragam, begitu pula dengan jumlah peminjaman maksimal sebesar Rp
5.000.000,- mulai dirasa kurang oleh beberapa pihak. Untuk mengatasi hal
tersebut, maka pada saat ini pihak KOPEBI melakukan kerjasama dengan pihak
ketiga, dimana dalam hal ini adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dalam hal
penyediaan dana untuk kepentingan simpan pinjam anggotanya.
Jadi untuk jumlah peminjaman sebesar maksimal Rp 5.000.000,-, maka dana tersebut akan dikeluarkan oleh koperasi. Sementara apabila jumlah nominal peminjaman diatas Rp 5.000.000,- maka dana akan disediakan oleh BPR dan fungsi koperasi adalah hanya sebagai perantara. Untuk alternatif kedua ini, koperasi mendapatkan keuntungan dari selisih bunga pinjaman.
Adapun BPR yang menjalin kerjasama dengan KOPEBI pada saat ini adalah:
Jadi untuk jumlah peminjaman sebesar maksimal Rp 5.000.000,-, maka dana tersebut akan dikeluarkan oleh koperasi. Sementara apabila jumlah nominal peminjaman diatas Rp 5.000.000,- maka dana akan disediakan oleh BPR dan fungsi koperasi adalah hanya sebagai perantara. Untuk alternatif kedua ini, koperasi mendapatkan keuntungan dari selisih bunga pinjaman.
Adapun BPR yang menjalin kerjasama dengan KOPEBI pada saat ini adalah:
· BPR KotaBandung
· BPR Daya Lumbung Asia
· BPR Dana Putra Mandiri
· BPR Karyajatnika Sadaya
Adapun untuk system pembayarannya, pihak KOPEBI berkoordinasi dengan Departemen Sumber Daya Manusia untuk melakukan pemotongan gaji bagi karyawan yang memiliki pinjaman. Mekanismenya adalah pada tanggal 10 setiap bulannya, pihak koperasi mengirimkan jumlah rincian tagihan karyawan pada bagian Sumber Daya Manusia untuk kemudian dilakukan pemotongan pada gaji yang diterima karyawan yang bersangkutan. Tagihan tersebut dapat berasal dari pinjaman, biaya angsuran pembelian barang maupun pembelian di mini market koperasi.
Untuk lebih memudahkan pelaksanaannya dan sekaligus juga menghindari kemungkinan yang buruk untuk terjadi, maka pihak KOPEBI memberikan batasan maksimal potongan yang jumlahnya disesuaikan dengan jabatan pegawai. Sebagai ilustrasinya adalah sebagai berikut:
· Golongan I maksimal jumlah potongannya sebesar Rp 1.500.000,-
· Golongan II maksimal jumlah potongannya sebesar Rp 2.500.000,-
· Golongan III maksimal jumlah potongannya sebesar Rp 3.500.000,-
· Golongan IV maksimal jumlah potongannya sebesar Rp 4.500.000,-
Selain itu terdapat juga perbedaan kebijakan dalam hal kredit cicilan barang. Pada unit usaha supermarket, KOPEBI juga menawarkan sejumlah barang elektronik. Untuk harga barang yang berada pada kisaran diatas Rp 2.000.000,- maka cicilan barang tersebut akan dimasukkan pada unit usaha simpan pinjam. Sementara untuk jumlah dibawah Rp 2.000.000,- maka akan dimasukkan pada unit usaha mini market.
Mini Market (Toserba)
Toserba ini adalah unit usaha yang baru muncul pada tahun 2001. Awal gagasan pendirian toserba ini adalah untuk mencari kegiatan usaha baru yang dapat menunjang peningkatan kesejahteraan anggota koperasi.
Toserba ini menyediakan keperluan sehari-hari bagi pegawai Bank Indonesia dan semua pegawai outsourcing nya. Adapun barang-barang yang disediakan lebih kepada barang-barang konsumsi harian seperti makanan, minuman, rokok, sabun, perlengkapan bayi dan barang-barang lain sejenis.
Selain itu juga ditawarkan
beberapa barang lain seperti alat-alat rumah tangga seperti magic jar,
dispenser, meja kursi ,lemari bahkan sampai pada kebutuhan kendaraan bermotor
seperti minyak pelumas, ban dan alarm.
Untuk pembelian barang-barang tersebut dapat dilakukan secara tunai maupun kredit tergantung dari harga produk itu sendiri. Seperti sudah dijelaskan diatas, bahwa untuk kredit barang dibawah Rp 2.000.000,- (misalnya magic jar, kompor gas, oven) maka akan dimasukkan pada toserba.
Selain dua unit usaha utama diatas, KOPEBI masih memiliki beberapa kegiatan usaha pendukung lainnya, diantaranya adalah:
· Laundry & Dry Clean
· Jasa Photo Copy
· Pengadaan barang termasuk jasa pesan dan antar barang untuk rumah istirahat Bank Indonesia
Untuk pembelian barang-barang tersebut dapat dilakukan secara tunai maupun kredit tergantung dari harga produk itu sendiri. Seperti sudah dijelaskan diatas, bahwa untuk kredit barang dibawah Rp 2.000.000,- (misalnya magic jar, kompor gas, oven) maka akan dimasukkan pada toserba.
Selain dua unit usaha utama diatas, KOPEBI masih memiliki beberapa kegiatan usaha pendukung lainnya, diantaranya adalah:
· Laundry & Dry Clean
· Jasa Photo Copy
· Pengadaan barang termasuk jasa pesan dan antar barang untuk rumah istirahat Bank Indonesia
di Jl Tubagus Ismail dan Jl Dr. Setiabudhi.
· Kerjasama-kerjasama lain
- Dengan Seksi Logistik : Pengadaan seragam (satpam, kasir), pengadaan kebutuhan perlengkapan
· Kerjasama-kerjasama lain
- Dengan Seksi Logistik : Pengadaan seragam (satpam, kasir), pengadaan kebutuhan perlengkapan
keuangan (plastik, kantong uang, ban uang, peti uang).
- Dengan Seksi Sekopam : Pengadaan tiket kereta api.
- Dengan Seksi Sekopam : Pengadaan tiket kereta api.
PRICE
Harga yang ditawarkan (dalam unit usaha Toserba) sebenarnya menjadi sedikit kendala, karena secara umum harga yang ditawarkan oleh KOPEBI relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar. Sebenarnya pihak KOPEBI juga mendapatkan barang langsung dari distributor dan karyawan yang menitipkan barang dagangannya, hanya saja karena jumlah pemesanan barang yang tidak terlalu banyak menyebabkan pemberian potongan pembelian dari distributor jumlahnya tidak banyak. Hal inilah yang mengakibatkan harga menjadi kurang bersaing.
PLACE
Bertempat dijalan braga no 108 terletak di sebelah kanan dari gedung utama. Kantor koperasi berada berdekatan dengan klinik pengobatan karyawan, disebelah kanan kantor koperasi terdapat perpustakaan karyawan.
PROMOTION
Dikarenakan anggota dan konsumennya mayoritas adalah pegawai Bank Indonesia Bandung dan karyawan outsourcingnya, maka kegiatan promosi hanya dilakukan dengan cara yang sederhana, yaitu melalui:
· Penyebaran brosur
Penyebaran dilakukan di lingkungan Bank Indonesia Bandung, hal ini dilakukan pada saat ada penawaran baru di KOPEBI. Pada umumnya adalah penawaran terhadap kredit kepemilikan suatu barang.
· Penyebaran angket.
Angket sebenarnya dilakukan untuk mengetahui respon konsumen dan mengetahui produk apa yang diharapkan dapat disediakan oleh KOPEBI. Selain itu penggunaan angket juga sebagai sarana promosi untuk meningkatkan awareness anggota/konsumen akan produk-produk yang ditawarkan oleh KOPEBI.
KENDALA-KENDALA
Yang menjadi kendala bagi KOPEBI dalam melakukan kegiatan usahanya sebenarnya hanya terletak pada faktor sumber daya manusia saja. Kurangnya waktu untuk mengadakan pelatihan bagi anggota dan pengurus koperasi menyebabkan kurangnya masukan atau ide-ide baru untuk meningkatkan kinerja koperasi itu sendiri.
Selain itu juga dikarenakan sebagian besar dari pengurus koperasi juga menjabat sebagai pengawas bank, sehingga menyulitkan koperasi dalam pelaksanaan rapat anggota tahunan karena jadwal para pengawas bank untuk akhir tahun sangat padat, sehingga seringkali pelaksanaan rapat anggota tahunan ditunda hingga jadwal padat pekerjaan sebagai pengawas bank berakhir.
Harga yang ditawarkan (dalam unit usaha Toserba) sebenarnya menjadi sedikit kendala, karena secara umum harga yang ditawarkan oleh KOPEBI relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar. Sebenarnya pihak KOPEBI juga mendapatkan barang langsung dari distributor dan karyawan yang menitipkan barang dagangannya, hanya saja karena jumlah pemesanan barang yang tidak terlalu banyak menyebabkan pemberian potongan pembelian dari distributor jumlahnya tidak banyak. Hal inilah yang mengakibatkan harga menjadi kurang bersaing.
PLACE
Bertempat dijalan braga no 108 terletak di sebelah kanan dari gedung utama. Kantor koperasi berada berdekatan dengan klinik pengobatan karyawan, disebelah kanan kantor koperasi terdapat perpustakaan karyawan.
PROMOTION
Dikarenakan anggota dan konsumennya mayoritas adalah pegawai Bank Indonesia Bandung dan karyawan outsourcingnya, maka kegiatan promosi hanya dilakukan dengan cara yang sederhana, yaitu melalui:
· Penyebaran brosur
Penyebaran dilakukan di lingkungan Bank Indonesia Bandung, hal ini dilakukan pada saat ada penawaran baru di KOPEBI. Pada umumnya adalah penawaran terhadap kredit kepemilikan suatu barang.
· Penyebaran angket.
Angket sebenarnya dilakukan untuk mengetahui respon konsumen dan mengetahui produk apa yang diharapkan dapat disediakan oleh KOPEBI. Selain itu penggunaan angket juga sebagai sarana promosi untuk meningkatkan awareness anggota/konsumen akan produk-produk yang ditawarkan oleh KOPEBI.
KENDALA-KENDALA
Yang menjadi kendala bagi KOPEBI dalam melakukan kegiatan usahanya sebenarnya hanya terletak pada faktor sumber daya manusia saja. Kurangnya waktu untuk mengadakan pelatihan bagi anggota dan pengurus koperasi menyebabkan kurangnya masukan atau ide-ide baru untuk meningkatkan kinerja koperasi itu sendiri.
Selain itu juga dikarenakan sebagian besar dari pengurus koperasi juga menjabat sebagai pengawas bank, sehingga menyulitkan koperasi dalam pelaksanaan rapat anggota tahunan karena jadwal para pengawas bank untuk akhir tahun sangat padat, sehingga seringkali pelaksanaan rapat anggota tahunan ditunda hingga jadwal padat pekerjaan sebagai pengawas bank berakhir.
ANALISIS
Seperti yang tercantum dalam visi Bank Indonesia yaitu
"Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan."
Maka dari itu penting dan sangatlah bermanfaat dengan didirikannya koperasi pegawai Bank Indonesia karena dapat menunjang kesejahteraan anggota koperasi.
Sumber
:
Sarjono,
Dwi. “Konsep Koperasi”. 13 Oktober 2013. https://dwisarjono.wordpress.com/2013/10/13/konsep-koperasi/
Agung
Duck. “KOPEBI”. 12 Juli 2015. http://dokumen.tips/documents/kopebi.html