NAMA :
EKA ERISTYA PUTRI
KELAS
: 3 EA 03
NPM
: 13214421
TUGAS
: SOFTSKILL KE-3
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA
1.
EFEK-EFEK
EKONOMIS KOPERASI
Salah satu hubungan penting koperasi adalah dengan para
anggotanya, yang sekaligus sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi. Motivasi
ekonomi anggota sebagai pemilik dan anggota akan mempersoalkan dana (simpanan)
yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota
sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang dan
jasa, untuk tidaknya tergantung pelayanan koperasi.
> Setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi
1. Jika kegiatan tersebut sesuai kebutuhannya
> Setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi
1. Jika kegiatan tersebut sesuai kebutuhannya
2.
Jika pelayanan ditawarkan dengan harga, mutu dan syarat-syarat lebih
menguntungkan
disbanding dari pihak-pihak luar perusahaan
2.
EFEK
HARGA DAN EFEK BIAYA
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi,
sedangkan tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh besarnya nilai manfaat
pelayanan koperasi secara utilitarian dan normative. Motivasi utilitarian
sejalan dengan kemanfaatan ekonomis,maksudnya insentif berupa pelayanan
barang-jasa yang dilakukan koperasi secara efisien, atau adanya pengurangan
biaya atau diperolehya harga menguntungkan serta penerimaan bagian SHU secara
tunai maupun bentuk barang. Bila dilihat dari peranan anggota, maka setiap
harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga unruk anggota dan
harga non anggota, perbedaan ini megharuskan daya analisis yang lebih tajam
dlam melihat koperasi dalam pasar yang bersaing.
3.
ANALISIS
HUB. EFEK EKONOMIS DENGAN KEBERHASILAN KOPERASI
Koperasi merupakan badan usaha ekonomi yang bertujuan untuk
menigkatkan kesejahteraan hidup para anggotanya. Ditinjau dari konsep koperasi,
fungsi laba tergantung pada besarnya partisipasi ataupun transaksi anggota
dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota semakin tinggi manfaat
yang terima oleh anggotanya.
Keberhasilan koperasi ditentukan salah satu faktornya adalah partisipasi anggota, partisipasi anggota sangat erat hubungannya dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang diperoleh oleh anggota koperasi.
Keberhasilan koperasi ditentukan salah satu faktornya adalah partisipasi anggota, partisipasi anggota sangat erat hubungannya dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang diperoleh oleh anggota koperasi.
4.
PENYAJIAN
DAN ANALISIS NERACA PELAYANAN
Bila suatu koperasi bisa lebih memenuhi pelayan yang sesui
dengan kebutuhan anggotanya dibandingkan dengan pesaingnya, maka partisipasi
anggota terhadap koperasi akan meningkat. Untuk lebih meningkatnkan
pelayanannya kepada anggota koperasi membutuhkan informasi yang dating dari
anggotanya sendiri.
Ada 2 faktor koperasi harus meningkatkan pelayanan kepada
anggota koperasinya :
1.
Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain
2.
Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat dari perubahan waktu dan peradaban.
APA YANG MENJADI TOLAK UKUR
KEBERHASILAN DARI SISI ANGGOTANYA….?
Sebagai negara yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, tentu
saja menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah koperasi terbanyak.
Indonesia tercatat memiliki kurang lebih 188 ribu koperasi dalam berbagai
skala, dan dalam berbagai tingkat “kesehatannya”. Menurut artikel yang saya
baca, pada tahun 2011 kemarin Indonesia memasuki peringkat 3 besar dalam jumlah
koperasi. Tapi dalam segi skala usaha, koperasi di Indonesia belum sanggup
memasuki peringkat 300 besar koperasi di dunia. Padahal sebagian besar dari
peringkat tersebut, diraih oleh koperasi-koperasi yang ada di negara
berkembang.
Indonesia memiliki koperasi besar yang ditargetkan akan masuk dalam 300 besar
koperasi di dunia. Namun dilihat dari kualitas kesehatan koperasinya, saya rasa
harus lebih banyak lagi yang diperbaiki. Peringkat tersebut bukan lah peringkat
main-main, koperasi yang terdaftar dalam peringkat tersebut adalah koperasi
yang telah sukses melaksanakan peran serta tugasnya, dan memiliki kualitas yang
bagus.
Bagus atau tidaknya kualitas koperasi, dapat diihat dari kinerja para anggota
koperasi dan peran pemerintah dalam ikut serta memajukan koperasi. Menurut M.G.
Suwarni Dosen FE Universitas Janabadra Yogyakarta, tolak ukur keberhasilan
suatu koperasi dibagi menjadi 3 jenis. Pertama keberhasilan koperasi sebagai
badan usaha, kedua keberhasilan koperasi sebagai gerakan ekonomi, dan yang
ketiga keberhasilan ekonomi sebagai sistem ekonomi
Sedangkan sehat atau tidaknya suatu koperasi dilihat dari berbagai segi.
Kesehatan organisasinya, kesehatan mentalnya, dan kesehatan usahanya. Kesehatan
organisasi dilihat dari rapat anggota dan badan pengurus yang optimal,
kesehatan mental dilihat dari tanggung jawab para anggota dan badan pengurus,
sedangkan kesehatan usahanya dilihat dari pengelolaan koperasi yang
berlandaskan azas serta prinsip-prinsip dasar koperasi.
Untuk menjadikan salah satu koperasi di Indonesia lebih dikenal di dunia,
dibutuhkan kerja keras lagi baik itu dari masyarakat dan pemerintah. Masyarakat
Indonesia nampaknya masih belum memerikan simpati yang besar terhadap kemajuan
koperasi Indonesia. Mungkin ini juga disebabkan karena koperasi-koperasi yang
ada tidak berjalan semestinya. Jika para pengurus koperasi lebih bertanggung
jawab lagi dalam memajukan koperasi, secara otomatis koperasi akan mendapat
perhatian lebih dari masyarakat, dan diharapkan pemerintah pun dapat memberikan
dukungan yang baik.
Contoh keberhasilan suatu koperasi kami
ambil contoh untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai tolak ukur keberhasilan
suatu koperasi di Indonesia. Salah satunya adalah keberhasilan suatu koperasi
di sekolah.
Keberadaan koperasi sekolah dalam kurikulum koperasi di
Indonesia merupakan cara untuk memperkenalkan, menanamkan jiwa dan semangat
koperasi pada siswa melalui jalur pendidikan formal. Pendidikan koperasi di
sekolah bertujuan untuk menciptakan kader-kader koperasi yang tanguh dan dapat
memahami, menghayati serta memperjuangkan perkoperasian di Indonesia., untuk
itu pendidikan koperasi perlu ditanamkan sejak dini, dari Taman kanak-kanak
(TK) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT) sesuai dengan jenjang pendidikan.
Ketika suatu tujuan dapat dilaksanakan dengan baik melalui sebuah usaha keras
dengan berbagai banyak faktor pendukung yang mempengaruhinya, maka koperasi
tersebut dapat dikatakan sudah mencapai sebuah keberhasilan, dan keberhasilan
itulah yang akan menjadi tolak ukur kepada koperasi-koperasi lainnya untuk
terus berpacu agar dapat mencapai sebuah keberhasilan yang sama seperti
koperasi lainnya.
Penelitian
ini bertujuan untuk:
(1)
Mengetahui makna keberhasilan koperasi sekolah bagi tiap-tiap civitas sekola
(2)
Mengetahui faktor-faktor pendorong keberhasilan koperasi sekolah MAN 3 Malang
(3)
Mengetahui faktor-faktor penghambat koperasi sekolah MAN 3 Malang.
Subyek Penelitian ini adalah Koperasi
Sekolah At-Taufiq MAN 3 Malang dengan sumber data yaitu : Kepala sekolah, manajer koperasi,
karyawan koperasi, guru ekonomi, guru umum, dan siswa. Penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi kasus. Prosedur
pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Koperasi sekolah yang
berhasil adalah koperasi sekolah yang mampu melaksanakan tujuan dan fungsi
koperasi sekolah yang sesuai dengan prinsip perkoperasian. Koperasi sekolah
selain sebagai wahana pendidikan praktek lapangan teori berkoperasi bagi siswa,
juga digunakan sebagai latihan berwirausaha atau menciptakan lapangan pekerjaan
sendiri dalam mewujudkan kepentingan nasional. Faktor pendorong keberhasilan
koperasi sekolah ada dalam diri sekolah masing-masing dan tidak dalam sebuah
teori. Hambatan atau masalah keberhasilan koperasi sekolah ada dua, yaitu dari
dalam dan dari luar.
Berdasar hasil penelitian ini, disarankan Koperasi sekolah
hendaklah benar-benar digunakan sebagai tempat pendidikan praktek lapangan
berkoperasi dan berwirausaha bagi siswa, bukan hanya sebagai usaha yang mencari
keuntungan di dalamnya. Faktor pendorong keberhasilan koperasi sekolah berawal dari
niatan yang ada dari dalam sekolah dan hendaklah ditamkan kepada seluruh
civitas sekolah. Semua hambatan dalam melakukan proses keberhasilan hendaklah
di berikan kebijaksanaan dan dirembukkan bersama dengan tetap berpedoman dengan
UU perkoperasian, tujuan dan fungsi koperasi yang ada di negara kita.
Penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti selanjutnya dengan
variabel yang berbeda. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan
menelitian yang lebih mengarah pada perkembangan koperasi sekolah pada saat
itu.
Kesimpulan
Dari makalah di atas bisa saya simpulkan bahwa sebuah evaluasi
di dalam sebuah koperasi amat penting agar kita tahu dan memahami kegiatan para
anggota di dalam koperasi.
Partisipasi anggota dalam sebuah koperasi sangat penting di
dalam sebuah evaluasi dan juga motivasi untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan
akan informasi juga amatlah penting.